A. BUSANA
PESTA MALAM
Busana pesta malam adalah busana yang dikenakan
pada kesempatan pesta malam hari dari waktu mulai matahari terbenam sampai
waktu berangkat tidur baik bersifat resmi atau tidak resmi (Enny Zuhni Khayati,
1998 : 3). Busana pesta malam dikelompokan
menjadi lima (Enny Zuhni Khayati, 1998 : 3),yaitu:
a. Busana
pesta malam gala
Busana
pesta malam gala adalah busana pesta yang dipakai pada malam hari untuk
kesempatan pesta, dengan cirri-ciri model terbuka, glamour. Misalnya backlees
(punggung terbuka), bustylook (dada terbuka), decolettelook (leher
terbuka), dan lain-lain.
b. Busana pesta malam resmi
Busana
pesta malam resmi adalah busana yang dikenakan pada saat resmi,model lebih sederhana,
biasanya berlengan tertutup sehingga kelihatan rapi dan sopan tetapi tetap terlihat
mewah.
c. Busana
pesta pagi
Busana
pesta pagi atau siang adalah busana yang dikenakan pada kesempatan pesta antara
pukul 09.00–15.00. Busana pesta ini terbuat dari bahan yang bersifat halus, lembut,
menyerap keringat, dan tidak berkilau, sedangkan pemilihan warna sebaiknya dipilih
warna yang lembut tidak terlalu gelap. Model busana cenderung lebih sederhana dibandingkan
busana pesta malam. Pelengkap busana yang digunakan biasanya berupa sepatu hak tinggi,
tas tidak berkilau, dan perhiasan yang digunakan tidak berlebihan.
d. Busana
pesta sore
Busana
pesta sore adalah busana yang dikenakan pada kesempatan sore menjelang malam. Pemilihan
bahan sebaiknya bertekstur agak lembut dengan warna bahan yang cerah atau warna
yang agak gelap dan tidak mencolok.
e Busana pesta malam
Busana
pesta malam adalah busana yang dikenakan pada kesempatan pesta malam hari. Pemilihan
bahan yaitu yang bertekstur lebih halus dan lembut. Model busana kelihatan mewah
atau berkesan glamour. Warna yang digunakan lebih mencolok, baik model ataupun
hiasannya lebih mewah.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa busana pesta
malam adalah busana yang digunakan pada kesempatan malam hari dengan menggunakan
bahan yang berkualitas dan hiasan pelengkap yang bagus.
B. KARAKTERISTIK
REMAJA
Masa remaja adalah
masa peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa yang mengalami perkembangan
semua aspek/fungsi untuk memasuki masa dewasa.
Remaja adalah seorang idealis, memandang dunianya seperti apa yang ia inginkan,
bukan sebagaimana adanya dan suka mimpi-mimpi yang sering membuatnya marah,
cepat tersinggung atau frustasi. Selain itu, oleh keluarga dan masyarakat sudah
dianggap menginjak dewasa, sehingga diberi tanggung jawab layaknya seorang yang
sudah dewasa. Remaja mulai memperhatikan prestasi dalam segala hal, karena ini
memberinya nilai tambah untuk kedudukan sosialnya di antara teman sebaya maupun
orang-orang dewasa.
Menurut Hurlock
(1990:184) menjelaskan bahwa puber (remaja) adalah periode tumpang tindih,
karena mencakup tahun-tahun akhir masa kanak-kanak dan tahun-tahun awal masa
remaja. Pembagiannya sebagai berikut :
1.
Tahap prapuber : wanita 11-13 tahun, pria 14-16
tahun
2.
Tahap puber : wanita 13-17 tahun, pria 14-17
tahun 6 bulan
3.
Tahap pasca
puber : wanita 17-21 tahun, pria 17
tahun 6 bulan-21 tahun
Sedangkan menurut
Gilmer menyebut masa remaja dengan istilah adolescence
yang kurun waktunya terdiri atas tiga bagia yaitu :
1.
Preadolesensen dalam kurun waktu 10-13 tahun
2.
Adolesensen awal dalam kurun waktu 13-17 tahun
3.
Adolesensen
akhir dalam kurun waktu 18-21 tahun
Berdasarkan beberapa pendapat di
atas dapat disimpulkan bahwa masa remaja adalah masa terjadinya perubahan
tertentu pada individu dari masa anak-anak ke masa dewasa yang kurun waktu
pertumbuhan dan perkembangan antara individu satu dan yang lain tidak sama
persis.
C. BUSANA
PESTA REMAJA
Busana pesta adalah busana yang dikenakan pada kesempatan
pesta, dimana pesta tersebut dibagi menurut waktunya yakni pesta pagi, pesta
siang dan pesta malam (Prapti Karomah dan Sicilia Sawitri, 1998:10). Menurut
menurut Enny Zuhni Khayati (1998:3) busana pesta adalah busana yang dikenakan
pada kesempatan pesta baik pagi hari, siang hari dan malam hari. Sedangkan
menurut Chodiyah dan Wisri A. Mamdy (1982:166) busana pesta adalah busana yang
dikenakan pada kesempatan pesta, biasanya menggunakan bahan yang berkualitas
tinggi dengan hiasan dan perlengkapan yang bagus dan lengkap sehingga kelihatan
istimewa.
Remaja
merupakan suatu masa pertumbuhan seseorang yang mana seseorang tersebut
mengalami masa pergantian dari anak – anak menuju ke masa dewasa, yang meliputi
semua perkembangan yang dialami sebagai persiapan memasuki masa remaja. Remaja
di mulai pada usia 13 – 21 tahun.
Berkaitan dengan pendapat di atas bisa di jelaskan
bahwa busana pesta remaja adalah
busana pesta yang dikenakan oleh seseorang yang mengalami masa pergantian dari
anak-anak menuju masa dewasa pada kesempatan pesta baik pesta
pagi, pesta siang, pesta sore maupun pesta malam hari, dimana busana yang
dikenakan lebih istimewa dibandingkan dengan busana sehari-hari, baik dari segi bahan, teknik jahit, desain maupun
hiasannya.
D. SUMBER
IDE
1. Pengertian Sumber Ide
“Sumber ide adalah segala sesuatu yang dapat
menimbulkan ide seseorang untuk menciptakan ide desain busana baru yang dapat
diambil dari berbagai objek dan hal apa saja” (Sri Widarwati, 2000 : 58).
Menurut Widjiningsih (1990 : 70), “sumber ide adalah sesuatu yang dapat
merangsang lahirnya suatu kreasi”. Sumber ide dapat dikelompokkan menjadi tiga (Sri Chodiyah dan Mamd, 1982
: 172), yaitu :
a) Sumber
ide dari pakaian penduduk dunia, pakaian daerah di Indonesia.
b) Sumber ide dari benda-benda alam, seperti bentuk dan warna dari
tumbuh-tumbuhan, binatang, gelombang laut, bentuk awan, dan bentuk-bentuk
geometris.
c) Sumber ide
dari berbagai peristiwa-peristiwa nasional, maupun internasional, misalnya pakaian olahraga dari
peristiwa PON, SEA game, Asian Games, Olimpic Games, dari pakaian upacara 17
Agustus.
Dari ketiga sumber ide
tersebut tidak perlu diambil secara keseluruhan tetapi dapat diambil
bagian-bagian tertentu yang menjadi cirri khas atau keistimewaan dari sumber
ide tersebut.
Menurut Sri Widarwati (2000 : 59), hal-hal yang dapat dijadikan sumber
ide antara lain :
a) Ciri khusus
Bentuk
yang menggambarkan pakaian itu mudah dikenali orang, misalnya Kimono Jepang
dimana ciri khususnya terletak pada lengan dan leher.
b) Warna
Warna-warna
yang bisa menunjukkan warna khusus dari benda itu sendiri, Misalnya bunga matahari yang berwarna kuning.
c) Bentuk / siluet
Suatu desain
yang mengambil garis luar baju (siluet) yang merupakan siluet yang khas dari
suatu ide, misalnya sayap burung merak.
d) Tekstur
Suatu bahan
yang menujukkan adat tempat tertentu, misalnya tenunan, lurik, pakaian Wanita
Bangkok yang bahannya terbuat dari sutera.
Menurut Enny Zuhny Khayati (1998),
(http=//www.geogle.com/search?q=pengembangan+sumber+ide),
pengembangan
sumber ide dapat dilakukan melalui tiga cara, yaitu :
a.
Transformasi
Merupakan suatu proses yang panjang yang didahului oleh terjadinya inkulturasi dan akulturasi, proses dialog, sintesis budaya, serta diikuti oleh
berbagai pergeseran nilai-nilai yang memunculkan kebudayaan baru tanpa
menghilangkan ciri khas dari kebudayaan yang lama.
b. Stilasi
Merupakan cara membuat desain yang menata
ulang atau mengembangkan bentuk dasar di suatu benda sehingga memunculkan
bentuk baru tanpa harus menghilangkan ciri khas dari benda tersebut.
c. Deformasi
Merupakan
cara membuat desain dengan cara mengurangi bentuk dasar suatu benda sehingga
memunculkan bentuk baru tanpa harus menghilangkan ciri khas suatu benda
tersebut.
Dalam
pengambilan sumber ide hendaknya tidak ditampilkan atau diaplikasikan pada
keseluruhan busana tetapi hanya di bagian-bagian tertentu saja tentunya yang
akan dijadikan pusat perhatian dari busana tersebut. Pendapat lain menyebutkan pengembangan
sumber ide dilakukan dengan empat cara yaitu :
1. Stilasi
Merupakan
cara untuk mencapai bentuk keindahan dengan cara menggayakan objek atau benda
tersebut.
2.
Distorsi
Merupakan
menggambaran bentuk yang menekankan pada pencapaian karakter dengan cara
menambahkan wujud-wujud tertentu pada benda.
3.
Trasformasi
Merupakan
penggambaran bentuk yang menekankan pada pencapaian karakter dengan cara
memindahkan wujud atau figur dari objek satu ke objek yang lain.
4.
Deformasi
Merupakan penggambaran bentuk yang menekan
pada interpretasi karakter dengan cara menyusun bentuk objek tersebut. Materi
pembelajaran Seni Budaya SMP Negeri 1 Sanggala, (http://www.scribd.com/doc/61768123/Studi-Seni-Ukir-Warangka-Keris-Karya#fullscreen:on).
Berdasarkan
penjelasan di atas dapat disimpulkan sumber ide adalah segala sesuatu yang
terdapat di alam, pakaian penduduk dunia, peristiwa penting nasional ataupun
internasional, dan dari pakaian kerja yang dapat diambil ciri-cirinya sehingga
dapat menimbulkan ide-ide yang baru.